Dorong Peningkatan Ekonomi Masyarakat Lebak, Baznas Banten Kunjungi Kampung Zakat

Sumber Gambar :
Pengurus Baznas Banten menunjukan keripik banana cinta hasil produksi warga Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Minggu, 11 Maret 2021.
Baznas Banten mengunjungi Kampung Zakat di Kampung Muhara, Desa Ciladaeun, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak. 
 
Kegiatan tersebut dalam rangka monitoring dan evaluasi program Zakat Melalui Program Zakat  Community Devolopment (ZCD), hasil kerjasama Ditjen Bimas Islam Kemenag RI melalui Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf selaku koordinator program dan Baznas selaku pelaksana program.
 
Program itu didukung oleh Baznas di semua tingkatan dan LAZ melalui Forum Zakat (FOZ), sepakat membuat program bersama yang diberi nama dengan Kampung Zakat dan dilaksanakan di wilayah tertinggal yang terdapat di tiga wilayah bagian Indonesia sebagai representasi program tersebut.
 
Baca Juga: Resmi, Hasbi Sidik Jadi Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Lengkapi Unsur Pimpinan
 
Salah satunya di Provinsi Banten yang berada di Kampung Muhara, Desa Ciladaueun Kecamatan Lebak Gedong Kabupaten Lebak-Banten. 
 
Baznas Pusat bersama Baznas Banten ditunjuk sebagai koordinator kelompok kerja (Pokja) bidang ekonomi.
 
Program ini dilakukan pemberdayaan secara terintegrasi melalui lima sektor yaitu ekonomi, pendidikan, dakwah, kesehatan, dan sosial-kemanusiaan dengan kemasan program Zakat Community Development (ZCD).
 
"Kegiatan monev ini bagian dari pengawalan progres kegiatan Kampung Zakat melalui program Baznas yaitu Zakat Community Development (ZCD)," kata Wakil Ketua IV Baznas Banten Mulyadi Firdaus dalam siaran pers yang diterima Kabar Banten, 12 April 2021.
 
Mulyadi menjelaskan, ZCD mempunyai program pemberdayaan dengan memproduksi kripik pisang yang dikemas dengan nama Banana Cinta(Ciladaeun untuk Nusantara).
 
"Kripik Banana Cinta terbuat dari pisang pilihan yang berasal dari Kampung Muhara serta dikelola dan diolah oleh warga Kampung Muhara. Melalui kelompok masyarakat kampung setempat melalui kelompok usaha Banana Cinta," katanya.
 
Lebih lanjut, Mulyadi menegaskan, bahwasannya Zakat Community Development (ZCD) merupakan sebuah program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek ekonomi dan sosial (pendidikan, kesehatan, spiritual, lingkungan dan aspek sosial lainnya). 
 
"Program ZCD bertujuan untuk memperbaiki keadaan masyarakat miskin agar lebih berdaya, mandiri dan sejahtera," katanya.
 
Keunikan program ZCD selain menawarkan pendekatan pemberdayaan lintas sektor juga menuntut keterlibatan serta partisipasi berbagai lintas pihak.
 
Oleh karena itu kolaborasi, sinergi, saling berbagi menjadi kata kunci di dalam implementasi program.
 
Program tersebut juga diharapkan dapat memberikan solusi atas keterbatasan dan kemiskinan yang ada. 
 
Mereka yang berhak mendapatkan program tersebut alih-alih dipenuhi seluruh kebutuhannya (diberi ikan), maka akan lebih baik dan produktif jika diberikan alat (kail ikan), keterampilan dan akses untuk memenuhinya secara mandiri.
 
"Penggunaan dana zakat pada program pemberdayaan ZCD menjadi sangat penting, karena selaras dengan tujuan zakat yaitu membantu mustahik untuk memenuhi kebutuhannya. Dapat memandirikan dan menyejahterakan mereka baik secara materi dan spiritual," katanya.
 
Dengan kata lain zakat dapat mengangkat derajat dan martabat mustahik menjadi manusia yang berdaya dan bertakwa secara paripurna.
 
Sebagai contoh pada bidang ekonomi, maka program ZCD dapat menjadi salah satu instrument pemberdayaan masyarakat khususnya untuk tujuan pengentasan kemiskinan. 
 
"Pada bidang dakwah atau keagamaan maka program ZCD dapat menjadi salah satu upaya penguatan konsistensi atas keyakinan pada Allah SWT, Rasulullaah Muhammad SAW, dan Al-Islam. Pada bidang lainnya itu berupaya untuk menguatkan mustahik baik dari sisi pendidikan dan kesehatan, serta lingkungannya," ucap Mulyadi.
 
Kabid Pendistribusian dan Pendayagunaan A Hidayat berharap, program pemberdayaan ini bisa terus berkembang tidak hanya di Ciladaeun saja.
 
"Namun bisa dibentuk atau dilaksanakan di beberapa wilayah di Banten, terutama daerah tertinggal, supaya daerah tersebut bisa menjadi lingkungan yang mandiri, baik secara ekonomi, pendidikan, kesehatan, dakwah, serta mandiri untuk saling membantu satu sama lain," katanya.***
 

Share this Post