'Kita Jaga Kyai', Baznas Banten Gelar Vaksinasi Jilid II
BAZNAS BANTEN - Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas Banten menggelar vaksinasi jilid II untuk kalangan Ulama, Kyai, tokoh agama, dan santri dengan jumlah 475 peserta, Selasa 28 September 2021.
Diselenggarakan di Masjid Ats-Tsauroh, Kota Serang, Baznas Banten berharap kegiatan vaksinasi jilid II yang masih bertajuk "Kita Jaga Kyai" ini dapat menguatkan kalangan Ulama, Kyai, tokoh agama dan santri dari Covid-19.
Ketua Satgas Covid-19 Baznas Banten, Zainal Abidin Suja'i mengatakan, vaksinasi tahap kedua ini diprioritaskan bagi penerima vaksin tahap pertama. Namun, bertambah pukuhan kuota bagi peserta baru.
Kemudian, vaksin jilid II ini pun masih menjadikan simbol bahwa peran calon tokoh agama dan Ulama sangat penting hingga perlu dilindungi.
Selebihnya, lanjut Zainal, tidak ada perbedaan antara vaksinasi pertama dan kedua. Hanya di vaksinasi kali ini guna penyempurnaan dari yang sebelumnya.
Latar belakang diadakan vaksinasi ini pun masih sama, pihak Baznas Banten mulanya miris ketika melihat banyak dari kalangan Ulama, Kyai, dan tokoh agama yang telah terpapar Covid-19.
Juga dikarenakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) telah bergulir di kalangan pondok pesantren yang menerapkan sistem pulang-pergi, atau tidak diasramakan.
Sehingga, menurut Zainal, dianggap perlu menggelar vaksinasi khusus bagi kalangan tersebut.
"Setelah vaksinasi ini, kami harap semoga tidak ada lagi mendengar dari Ulama, Kyai, tokoh agama dan santri yang terpapar virus Covid-19," kata Zainal yang juga sebagai Wakil Ketua I Baznas Banten.
Zainal mengaku, dari 475 peserta. Setengah lebih diprioritaskan untuk kalangan Ulama, Kyai, tokoh agama, dan Santri. Sisanya kemudian bagi kalangan umum.
"Tercatat peserta vaksinasi kami dari 5 pondok pesantren," ujar Zainal.
Menggunakan vaksin jenis sinovac, lanjut Zainal, Baznas Banten dibantu oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Kesehatan (Dinkes).
Selain itu, berkerjasama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Banten, serta Danrem dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
"Nakesnya dari Dinkes Provinsi Banten, Bingkisannya yang dibawa pulang selain sertifikat vaksin dari Kapolda Banten, dan pengamanannya oleh Danrem dan BPBD," tutur Zainal.
Senada, Ketua Baznas Banten, Syibli Sarjaya mengatakan dalam vaksinasi kali ini banyak makna yang bisa diambil pelajaran, salah satunya ialah menjalin hubungan Hablum Min An-Nas atau komunikasi antar manusia.
"Inilah saatnya kita satukan perjuangan untuk bersama-sama, dengan turut membantu memberikan akses kesehatan yang layak guna menunjang kesehatan para Kiyai di tengah masifnya penyebaran virus Covid-19," ujar Syibli.
Selain itu, diakui Syibli, "Kita Jaga Kiyai" merupakan langkah Baznas Banten dalam turut serta memaksimalkan program penanggulangan pandemi Covid-19 guna menjaga imunitas para Kiyai maupun calon Kyai atau kaum santri.
Dikatakan Syibli, ada beberapa kegiatan pada vaksinasi Baznas Banten saat ini. Diantaranya, paket imun, hygiene kit, disinfecting dibtempat Masjid, Musholla, serta lembaga pendidikan keagamaan.
Kemudian program Dukungan isolasi madiri (isoman). Dan terakhir vaksinasi.
"Dengan terlaksananya kegiatan ini diharapkan herd immunity segera tercapai
dalam memberikan perlindungan imunitas bagi masyarakat terutama bagi para kiyai serta calon Kiyai dari pandemi Covid-19," tutur Syibli.
Dilokasi yang sama, Annida, salah satu peserta dari program vaksinasi golongan umum mengatakan penting rasanya mengikuti vaksinasi di era pandemi.
Meskipun angka kasus Covid-19 telah menurun, tapi Annida sadar akan pentingnya vaksinasi.
"Saya memang baru sekali divaksin. Itupun dipuskemas dekat rumah. Karena menurut saya perlu tahap kedua, setelah dapat kabar ada dari Baznas langsung saya daftar," kata Annida.***